Sukses PIT 6, Universitas Brawijaya Malang Tuan Rumah PIT 7 tahun 2020

  

Penyerahan Bendera Pataka IABI sebagai amamah dalam pelaksanaan PIT dari UNHAN ke Ketua IABI ke Universitas Brawijaya

 

SENTUL – Harkunti selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) mengaku terkesan dari antusias peserta  International  Conference on Disaster Management (ICDM) yang telah mengumpulkan 180 paper, yang semula dibatasi hanya 120 paper. Elemen ahli bencana saat ini bertambah elemennya yakni rohaniawan, kelompok inklusif, dan sebagainya. Harkunti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas supportnya, sehingga kegiatan berjalan baik dan sukses. Serta menyampaikan penyelenggaraan PIT tahun 2020 akan diadakan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. “Kedepannya akan kita buat 20 paper terbaik, karena banyaknya peserta yang antusias” jelasnya di Auditorium Pusdiklat BNPB, Sentul, Jawa Barat (19/6).

Penutupan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2019 secara resmi ditutup oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan yang mewakili Sekretaris Utama BNPB.  “Tiada ungkapan Alhamdulillah atas selesainya kegiatan PIT. Sukses dalam penyelenggaraan serta sukses dari subtansi” ucapnya. “Ada 200 paper lebih yang dikumpulkan, serta inovasi teknologi yang sangat baik dilakukan anak muda sebagai penerus generasi bangsa dalam bidang Kebencanaan” tambahnya.

Sementara itu Siswo Hadi Sumantri, selaku Dekan Fakultas Keamanan Nasional dari Universitas Pertahanan yang membacakan sambutan dari Rektor Pertahanan. Menyampaikan  ucapan terimakasih kepada semua pihak, khususnya IABI dan BNPB atas kerjasamanya menyelenggarakan PIT ke -6.

Selanjutnya Adi Susilo, selaku Dekan FMIPA Universitas Brawijaya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah PIT, dan akan segera merapatkan waktu pelaksanaan PIT tahun depan . “Tahun ini kami tidak mendapatkan penghargaan call paper, insya Alloh tahun depan kami akan memborong penghargaan tersebut”, optimisnya.

Sebagai acara ceremony, bendera pataka PIT dari Unhan diserahkan ke Ketua Umum IABI yang kemudian diserahkan ke perwakilan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Acara penutupan PIT ini juga mengumumkan 3 (tiga) pemenang lomba inovasi teknologi kebencanaan. Pengumuman dan pemberian penghargaan 10 jurnal terbaik dari 180 paper jurnal yang dipresentasikan oleh para pemakalah. Serta Pemenang booth pameran terbaik dari BMKG dan ITB. Sampai ketemu tahun depan di PIT Malang.


Sumber: Humas BNPB

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN (PIT) KE-6 RISET KEBENCANAAN TAHUN 2019

SENTUL – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo secara resmi membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-6 Riset Kebencanaan Tahun 2019 di INA-DRTG BNPB, Sentul dan Universitas Pertahanan, Sentul, Jawa Barat (18/6). Pertemuan Ilmiah tahunan (PIT) Riset Kebencanaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan budaya riset dan teknologi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis karakteristik bencana di Indonesia.

Kegiatan PIT telah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014. PIT kali ini mengusung tema : Inovasi Sosial dan Teknologi Kebencanaan menuju Revolusi 4.0. Harapannya adalah bahwa pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana di Indonesia. Kegiatan ini dapat mensinergikan kebutuhan kajian/penelitian di Indonesia sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam mengembangkan pengetahuan kebencanaan di Indonesia sehingga menjadi referensi riset yang terintegrasi untuk penanggulangan bencana di Indonesia. Teknologi big data yang merupakan pilar revolusi industri 4.0 semakin dibutuhkan dalam penanggulangan bencana salah satunya untuk memperkuat mitigasi bencana berdasarkan dampak (impact based forcasting) dan peringatan berdasarkan risiko (risk based warning). Sistem deteksi dini diperlukan guna antisipasi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor dan tsunami, alat deteksi ketahanan Gedung bertingkat dalam menghadapi gempa dan lain-lain.

Kejadian bencana saat ini memiliki kecenderungan semakin meningkat. Perbandingan kejadian bencana tahun 2018 dan 2019 dari kurun waktu 1 Januari – 31 Mei 2018 dan 1 Januari – 31 Mei 2019 meningkat sebesar 15,9 %. Dalam rentang waktu tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 tercatat sebanyak 11.579 orang meninggal dan hilang akibat bencana, dengan kerugian rata-rata setiap tahunnya mencapai 30 trilyun rupiah. Bahkan untuk tahun 2018 saja, korban jiwa mencapai 4.814 jiwa. Dan Indonesia, adalah peringkat ke-2 dengan jumlah korban terbanyak akibat bencana di dunia.

Dalam sambutannya Doni Monardo menyampaikan tugas besar kita sebagai pelaku Penanggulangan Bencana adalah bagaimana kita dapat memastikan adanya penurunan indeks risiko bencana di Indonesia serta meningkatnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. Melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ini, Doni mengharapkan kepada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia :

1. Budaya riset kebencanaan harus terus didorong melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasar dan terapan.

2. Riset/kajian kebencanaan yang dihasilkan para pakar harus berbasis pada kebutuhan serta dapat terintegrasi dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia pada masa mendatang.

3. Para pakar harus meningkatkan Riset/kajian kebencanaan berbasis masyarakat dan dapat mendorong Industrialisasi kebencanaan

PIT ke-6 tahun 2019 ini diselenggarakan pada tanggal 18-19 Juni 2019 dan dihadiri 700 orang peserta yang terdiri dari para akademisi, peneliti, perekayasa, praktisi, perwakilan Kementerian/Lembaga, NGO, Lembaga Usaha, dan masyarakat umum. Kegiatan ini diawali dengan  Pembukaan yang menghadirkan narasumber-narasumber antara lain Kepala BNPB, Dirjen Potensi Pertahanan, Kepala BMKG, Rektor UNHAN, Bupati Bogor, Pembina IABI, Ketua IABI, Ketua Forum PT dan Keynote Speaker Pakar Sosiologi Kebencanaan yaitu Prof. Syamsul Maarif.

Rangkaian kegiatan  PIT ke 6 tahun 2019 adalah :

1. Diskusi Paralel Ilmiah yang menghadirkan 200 pemakalah terpilih yang terbagi dalam 10 subtopik. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus Universitas Pertahanan

2. Special Session, kegiatan talkshow tematik tentang Keagaamaa, Satuan Pendidikan Aman Bencana, Lesson Learn Bencana NTB, Palu dan Selat Sunda, IABI Asean serta Media

3. Seminar Internasional menghadirkan narasumber yang menarik yaitu Prof. Prof Ron Harris dari Brigham Young University, Raditya Maulana Rusdi (CEO Qlue Indonesia), Sulfikar Amir (NTU), Dr. Naoto Tada (JICA), Dr Fadjar Thufail (LIPI) dengan Moderator Brigjen. TNI Dr. Joni Mahroza dan Kolonel Lek. Dr. Rudy Gultom.

4.Pameran Expo Kebencanaan dan Ignite Stage menghadirkan 40 booth dari Kementerian/Lembaga, NGO, dan lain-lain

5. Lomba Tematik Inovasi Kebencanaan yang menghasilkan 6 Finalis terpilih yang mempresentasikan hasil inovasi kebencanaan.

Kegiatan ini terselenggara dengan apik atas kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ikatan Ahli kebencanaan Indonesia ( IABI), Universitas Pertahanan dan didukung oleh Kementerian RistekDikti, BMKG, BPPT, LIPI, Forum PT dan U Inspire.

Sumber: Humas BNPB

Pendaftaran Anggota IABI (Khusus Saat PIT 6)

Untuk merangkul lebih banyak ahli ke dalam Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), maka akan dibuka booth IABI yang akan menampilkan beberapa karya hasil proses kerja IABI dari 2014 sampai saat ini. Booth IABI juga akan membuka pendaftaran bagi calon anggota baru yang ingin bergabung dengan IABI sekaligus membuka pendaftaran bagi anggota lama untuk memperpanjang keanggotaan IABI. Booth IABI akan ada pada booth nomor 2 (dekat pintu masuk).

PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA IABI :

Anggota Baru

  1. Mengambil form pendaftaran di booth dengan melampirkan
    • Surat Keterangan/Surat Rekomendasi (sesuai dengan kelompok profesi di bawah)
      • Untuk Kategori Peneliti melampirkan SK LIPI
      • Untuk Kategori Perekayasa melampirkan SK BPPT
      • Untuk Kategori Akademisi melampirkan SK Universitas [Rektor/Dekan/Ketua Jurusan/Ketua Pusat Studi Bencana]
      • Untuk Kategori Praktisi melampirkan rekomendasi dari 2 orang pengurus IABI (lembar rekomendasi bisa diambil di booth IABI). Selama pelaksanaan PIT ke-6, hanya diperlukan satu tanda tangan yang tertulis di lembar rekomendasi. contoh lembar rekomendasi
    • Membayar iuran anggota hanya Rp 100.000 (hanya berlangsung selama pelaksanan PIT ke-6).
  2. Pembayaran dapat langsung dilakukan dengan cash di booth IABI atau transfer. Jika pembayaran dengan transfer dapat dikirim ke nomer rekening 0398745756 a.n AHLI KEBENCANAAN INDONESIA di BNI Cabang UI Depok. Bukti pembayaran harus diberikan saat mengumpulkan formulir.
  3. Mengembalikan formulir dan surat lain yang diperlukan ke booth. 
  4. Khusus untuk pendaftar hari pertama PIT ke-6, mereka akan menerima kartu anggota IABI di hari ke-2. Bagi anggota yang baru mendaftar hari kedua, mereka akan menerima email yang berisikan nomor kartu anggota.

Anggota Lama

  1. Mengisi formulir perpanjangan anggota yang ada di booth IABI (mengisi update data terbaru)
  2. Membayar iuran anggota tahunan dengan cash atau transfer sebesar Rp 100.000 (hanya berlangsung selama pelaksanan PIT ke-6).
  3. Pembayaran dapat langsung dilakukan dengan cash di booth IABI atau transfer. Jika pembayaran dengan transfer dapat dikirim ke nomer rekening 0398745756 a.n AHLI KEBENCANAAN INDONESIA di BNI Cabang UI Depok. Bukti pembayaran harus diberikan saat mengumpulkan formulir.
  4. Khusus untuk pendaftar hari pertama PIT ke-6, mereka akan menerima kartu anggota IABI di hari ke-2. Bagi anggota yang baru mendaftar hari kedua, mereka akan menerima email yang berisikan nomor kartu anggota.

Besar iuran anggota baru atau tahunan saat mendaftar hanya berlaku pada pelaksanaan PIT 6. Harga akan kembali seperti semula setelah pelaksanaan selesai.

Guide Book PIT 6

Untuk memudahkan dalam memandu peserta PIT 6 dalam menghadiri rangkaian kegiatan, silahkan mengunduh buku panduan pada beberapa link di bawah

  1. Buku Panduan PIT untuk peserta umum dan lomba inovasi : di sini
  2. Buku Panduan PIT untuk speaker pada diskusi panel ilmiah (jadwal presentasi ada di dalam buku) : di sini

Mudik Aman dengan Peta Rawan Bencana

Akhir Ramadhan biasa diakhiri dengan keinginan besar untuk silaturahmi dengan keluarga. Maka tidak heran jika banyak warga Indonesia yang berduyun-duyun melakukan mudik mendekati Hari Raya Idul Fitri demi melepas rindu, menguatkan tali silaturahmi dan juga berkunjung ke rumah keluarga. Mudik adalah salah satu fenomena unik yang terjadi di Indonesia. Demi membuat proses mudik nyaman, Pemerintah Indonesia sendiri menyusun satuan tugas yang memastikan proses mudik warga Indonesia berjalan lancar.

Salah satu cara untuk memastikan proses mudik berjalan nyaman adalah memastikan jika sejauh mana rute mudik Anda rawan dengan ancaman Bencana. Demi mendapat kepastian rasa aman, ada baiknya Anda mengecek rute mudik yang Anda pilih sehingga Anda bisa siap siaga dalam menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi. Untuk itu, BNPB menyiapkan Peta Jalur Mudik Rawan Bencana yang bisa diakses secara online dalam mengecek sejauh mana rute mudik yang Anda pilih rawan dari ancaman Bencana.

Untuk itu, silahkan dapat Anda cek peta jalur mudik Rawan Bencana di link yang ada di bawah ini. Selamat mudik! (ANA)

BNPB dapat award PBB, Indonesia!

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendapatkan penghargaan atas PetaBencana.id pada ajang United Nations Public Sector Award atau UNPSA 2019. PetaBencana.id ini menjadi pemenang untuk kategori_Ensuring Integrated Approaches in Public Sector Institutions_.

Penghargaan ini digagas Badan PBB untuk Masalah Ekonomi dan Sosial atau United Nations Department of Economic and Social Affairs. Program yang digiatkan oleh badan ini yaitu menciptakan 17 tujuan sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan yang ditargetkan hingga 2030 ini salah satu membahas mengenai Climate Action. Climate action ini sangat terkait dengan isu perubahan iklim yang dirasakan oleh seluruh dunia. Kategori yang dimenangkan oleh PetaBencana.id ini merupakan bagian dari topik SDGs pada tujuan Climate Action tersebut.

Sementara itu, produk PetaBencana.id merupakan salah satu dari beberapa produk kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang dikirimkan melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Produk-produk inovasi yang dikirimkan sejak November 2018 lalu baru saja diumumkan pada bulan ini.

PetaBencana.id merupakan platform yang memuat peta kebencanaan, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek, Kota Bandung dan Kota Surabaya. Plaform yang sifatnya gratis dan open source ini dikembangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Urban Risk Lab.

Platform inovatif ini memungkinkan para pengguna untuk aktif dalam melaporkan keadaan banjir di wilayahnya secara realtime. Namun laporan tersebut akan diverifikasi dan disebarkan secara langsung melalui peta publik. Pengguna media sosial dan aplikasi pesan instan kini dapat melaporkan situasi banjir di sekitar dengan mudah. Pengguna Twitter cukum mengirim cuitan ke @petabencana dengan #banjir dan BencanaBot akan otomatis memandu pengguna untuk mengisi laporan. Pengguna Telegram juga dengan mudah untuk melaporkan banjir dengan mengirim pesan “/banjir” ke @BencanaBot, yang akan membantu pengguna membuat laporan. Pengguna dapat menambahkan deskripsi, foto, tinggi banjir dan detail lokasi dalam laporan.

PetaBencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan hasil crowdsourcing dari media digital tetapi juga informasi terkait infrastruktur bencana. Peta dapat juga menampilkan tinggi muka air di pintu air dan lokasi pompa terdekat sebagai layer, sebagai gambaran lebih menyeluruh tentang situasi banjir.

Selain menggunakan kode pada media sosial Twitter, PetaBencana.id merupakan satu-satunya platform yang mengintegrasikan kanal media sosial popular lainnya, seperti Telegram, Qlue, PasangMata detik.com, dan Z-alert.

Media sosial sudah berkembang cukup canggih dewasa ini. Ini memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan media sosial dan teknologi digital yang ada sekarang ini. Oleh karen itu, masyarakat dapat berkontribusi dalam membantu memberikan informasi ancaman maupun bencana banjir di wilayahnya.

Dengan berbagi informasi bencana, warga dapat menolong satu sama lain untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi terkini. Warga dapat juga membantu instansi berwenang dalam penangana bencana, termasuk BNPB, BPBD dan stakeholder untuk penangan bencana yang efektif dan efisien.

Selain kategori yang dimenangkan PetaBencana.id, kategori yang dilombakan yaitu Offering inclusive and equitable services for not leave anyone behind, Developing effective and responsible public institutions, Promoting digital transformation in public sector institutions, dan Promoting gender-sensitive public services to achieve the SDGs.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo sangat mengapresiasi seluruh jajaran BNPB yang mendapat mendapat penghargaan dari PBB tersebut. “Dalam prosesnya itu tidak mudah dan banyak sekali saingan dan ketat kompetisinya, baik di tingkat nasional apalagi di regional karena setiap negara banyak yang mengirimkan inovasi yang sudah dilakukan sesuai dengan sub tema yang ada. Ternyata yang mendapat penghargaan PetaBencana.id dan BNPB,” kata Doni Monardo.

Doni juga menambahkan, “Makanya kita bangga. Di tengah kondisi situasi politik saat ini, BNPB dapat memberikan kontribusi dengan membawa nama baik Indonesia dengan penghargaan dari PBB. Tentu ini membanggakan kita semua. Indonesia telah banyak diakui capaian yang dihasilkan. Tentu kita perlu terus mengembangkan ke depan.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Sekolah Aman: Cara Asyik Mengenalkan Kesiapsiagaan Bencana pada Anak

Indonesia merupakan negeri di tanah yang rawan bencana. Bencana yang terjadi pada akhir 2018 dan awal 2019 membuat pentingnya peningkatan kesiapsiagaan bencana di kalangan masyarakat Indonesia semakin penting. Ada baiknya juga jika kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan dari kecil mengingat bencana dapat datang kapan saja dan siapapun bisa jadi korban. Mengenali tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi dari kecil dapat membuat anak Indonesia mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk selamat ketika bencana terjadi.

Bagaimana caranya mengajari anak-anak untuk dapat memahami konsep kesiapsiagaan bencana? Organisasi anak PLAN Indonesia dan didanai oleh Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Korea (KOICA) dan Daewoo Securities membuat “Game Safe School” yaitu aplikasi pendidikan bagi anak-anak untuk mengerti bagaimana bencana alam terjadi, apa dampak bagi kegiatan belajar mengajar dan bagaimana kampanye “Sekolah Aman” dapat mengurangi risiko atau melindungi sekolah dari bencana alam. Game ini berfokus pada situasi sekolah mengingat sekolah merupakan tempat dimana mayoritas anak-anak berkumpul pada setting kehidupan sehari-hari.

Game Safe School adalah alat belajar yang interaktif dan menyenangkan karena menggunakan permainan dan animasi yang menarik untuk menyampaikan gagasan dan prinsip dengan cara yang mudah dimengerti bahkan oleh anak kecil sekalipun. Pada game ini terdapat empat jenis bencana yang dikenalkan yaitu erupsi gunung berapi, banjir, gempa dan tornado. Keempat jenis bencana ini merupakan bencana yang cukup familiar terjadi di Indonesia

Fitur-fitur pada game ini adalah:
– Grafis dan animasi yang menawan
– Belajar sambil bermain
– Pengetahuan interaktif dengan puzzle, kuis, dan simulasi
– 4 permainan mini yang menarik dengan tiga level kesulitan
– Dilengkapi materi edukasi yang meningkatkan kesadaran anak akan bencana alam
– Mendukung 5 bahasa :
– Bahasa Indonesia
– Bahasa Inggris
– Bahasa Mandarin
– Bahasa Kamboja
– Bahasa Filipina

Tertarik untuk mencoba game ini? Game ini bisa dimainkan dalam platform android dan bisa diunduh dalam aplikasi google play  di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lumiplay.safeschool&hl=in (ANA)

 

TAMPILKAN EKONOMI KREATIF DAN EDUKASI LINGKUNGAN, TAMAN RAMADHAN KALILUNYU 2 RESMI DIBUKA

Penandatanganan Komitmen Bersama

Guna meningkatkan ekonomi warga dan edukasi tentang lingkungan sungai, Komunitas Peduli Kali lunyu kelurahan kabupaten, klaten kembali mengadakan Taman Ramadhan Kalilunyu 2 /TRKL selama bulan puasa ini. Kegiatan taman Ramadhan Kalilunu ini diisi dengan bazar berbagai kuliner menarik untuk menu berbuka puasa. Selain bazar kuliner, tidak ketinggallan berbagai kegiatan edukasi, seminar, tentang lingkungan sungai juga digelar untuk menyemarakkan acara yang digagas oleh komunitas dan warga ini.

Menurut Doni Wahyono, Ketua Komunitas Peduli Kalilunyu, pada pembukaan kemarin, bazar kuliner diikuti oleh 30 stand atau lapak pedagang dari warga sekitar kalilunyu. Pihaknya berharap kegiatan ini mampu meningkatan ekonomi warga dan komunitas yang selama ini terus aktif melakukan gerakan bersih sungai dan peduli sungai. Selain ekonomi kreatif kegiatan ini juga untuk mengedukasi serta mengajak warga dan berbagai pihak untuk terus bergotong royong menjaga kalilunyu agar tetap bersih dan memberi manfaat kepada warga sekitar.

Lebih jauh Doni menjelaskan dalam taman ramadhan kali ini juga mengajak kepada takmir masjid di sekitar kalilunyu, ibu ibu dan srikandi di sekitar kalilunyu, lurah, camat, dinas lingkungan hidup, sekda klaten sekaligus kepala sekolah sungai klaten, pelajar,akademisi/ pakar untuk membacakan dan menandatangani komitmen bersama untuk melakukan gerakan ramadhan cantik kurangi/ puasa plastik melalui aksi aksi nyata di lingkungan masing masing. Selama ini, sungai masih dijadikan tempat pembuangan sampah terpanjang oleh berbagai pihak.

Sementara itu, Prof Suratman, Pakar lingkungan dari Klinik Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana Universitas Gadjah Mada dalam tausyiahnya mengajak kepada warga, komunitas, pemerintah, relawan, dunia usaha, Tni, Polri agar menjadikan semangat Ramadhan dapat menjadikan spirit untuk bergotong royong menjaga alam, lingkungan dan sungai. Ancaman kerusakan lingkungan, sungai yang mengakibatkan bencana sudah semakin nyata dan banyak. Pihaknya mengajak agar kita semua untuk mecintai alam, tidak merusak alam dan menjaga alam agar membawa keberkahan kepada warga.

Penyerahan Nasi Kuning sebagai Tanda Peresmian

Jaka Sawaldi, Sekda kabupaten Klaten yang sekaligus Kepala Sekolah Sungai Klaten, dalam sambutan pembukaan Taman Ramadhan Kalilunyu 2 senin sore mewakili Ibu Bupati Klaten mendukung penuh kegiatan taman ramadhan kalilunyu ini. Pihaknya berharap kegiatan inovatif ini dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar dan komunitas. Selain itu juga terus menyadarkan kepada warga sekitar Kali Lunyu akan pentingnya sungai yang bersih. Pemerintah juga terus mendorong agar semua pihak, instansi pemerintah, Tni, Polri, Dunia Usaha untuk bekerjasama menjaga lingkungan sungai. Pemkab klaten juga telah mebuat perda tentang pemanfaatan dan pengelolaan sungai untuk mendukung gerakan masyarakat ini.

Pembukaan secara resmi TRKL ini ditandai dengan memotong tumpeng oleh Sekda Kabupaten Klaten dibagikan kepada Prof suratman disaksikan komunitas, pewakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas Pusdataru dan BPBD Prov Jateng, Dinas Lingkungan hidup dan

BPBD Klaten, perangkat kelurahan, Camat, serta muspika dan warga yang hadir. Acara pembukaan juga lebih menarik karena disuguhkan tari gambyong dari pelajar peduli sungai smpn2 klaten yang berdekatan dengan kalilunyu.

Salam Sungai Klaten:

Foto dari Kalilunyu

Sumber: Arif, Anggota IABI

Hari Kesiapsiagaan Bencana: Siap untuk Selamat

Kepala BNPB dan Ketua IABI dalam Acara HKB

BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong gerakan kepada individu, keluarga maupun komunitas untuk siap menghadapi bencana. Langkah ini dimulai sejak 2017 lalu dengan penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh setiap tanggal 26 April.

Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) bukanlah seremoni tetapi upaya konkret untuk mengubah perilaku untuk membangun kesiapsiagaan diri, keluarga dan komunitas. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa HKB mengedepankan aksi nyata seperti pemeriksaan keberadaan dan keberfungsian kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan, seperti adanya rambu dan jalur evakuasi yang aman serta titik kumpul, tersedianya alat pemadam api, manajemen keselamatan bangunan-bangunan bertingkat, dan sebagainya.

“Juga melatih evakuasi dengan tenang dan tidak panik merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman bencana,” ujar Doni dalam latihan HKB pada Jumat (26/4) yang berlangsung di Sesko TNI AU, Lembang, Jawa Barat.

HKB merupakan kesempatan berharga yang melibatkan semua pihak untuk melakukan latihan penanggulangan bencana. Upaya tersebut juga bisa diawali dengan langkah yang sangat sederhana dalam lingkup keluarga, misal mengidentifikasi lingkungan sekitar terhadap ancaman bahaya atau memperkirakan akses evakuasi dilihat dari sekat di dalam rumah.

Melalui latihan, BNPB mengharapkan masyarakat dapat mengasah naluri untuk dapat bertahan hidup. Hal tersebut diusung pada HKB dengan slogan ‘Siap Untuk Selamat.’ Latihan tersebut harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas. Menurut Doni, pendidikan paling dini wajib dilakukan mulai dari rumah. Untuk itu peran ibu dan perempuan menjadi sangat penting. Menyadari hal tersebut, pada tahun 2019 ini kita memilih tema “Perempuan Sebagai Guru Kesiapsiagaan dan Rumah Sebagai Sekolahnya”.

“Selain pentingnya pendidikan dini, perempuan dan ibu dipilih karena memiliki sifat melindungi, aktif dalam kelompok sosial dan komunitas dan juga merupakan sosok pembelajar,” kata Doni.

Sementara itu, selama ini perempuan termasuk salah satu kelompok yang paling banyak menjadi korban bencana karena kurang pemahamannya akan risiko dan besarnya keinginan mereka untuk menolong keluarganya, namun belum memiliki kapasitas yang memadai.

BNPB berharap setiap fasilitas yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah ataupun swasta untuk melaksanakan latihan atau simulasi bencana di lingkungan mereka masing-masing. HKB tahun ini diikuti oleh berbagai pihak di seluruh Indonesia dengan pelibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga, TNI, Polri, dunia usaha, perguruan tinggi hingga masyarakat. Tercatat di situs siaga.bnpb.go.id sejumlah 53.086.119 partisipan berkomitmen untuk berpartisipasi dalam HKB 2019.

Bercermin dari bencana sepanjang tahun 2018, jumlah kejadian bencana sebanyak 2.572 telah mengakibatkan korban meninggal dan hilang mencapai 4.814 jiwa, luka-luka 21.064, mengungsi 10,2 juta, serta kerugian mencapai lebih dari Rp 100 triliun, baik kerugian
material maupun lainnya. Di sisi lain, catatan para pakar menyebutkan beberapa bencana di Indonesia kerap berulang.

BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan HKB bertempat di Lembang.
Terkait dengan wilayah Lembang, hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa wilayah ini teridentifikasi Sesar Lembang yang berpotensi gempa magnitudo maksimum M 6.8.

Beberapa rangkaian kegiatan meliputi ikrar sukarelawan, pengukuhan forum PRB Jawa Barat dan Pembina Pramuka Siaga Bencana, geladi ruang, penanaman pohon dan rambu bencana, geladi lapang, penandatanganan nota kerja sama, peluncuran produk kesiapsiagaan, dan fieldtrip menuju Tebing Keraton. Sejumlah lebih dari 2.000 orang terlibat dalam penyelenggaraan HKB di Lembang yang digelar sejak 22 hingga 26 April 2019.

Sumber:

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

https://siaga.bnpb.go.id/hkb/berita/hkb-bukan-seremoni-hkb-gerakan-ubah-perilaku-untuk-kesiapsiagaan

SPAB: Membangun dan Menanamkan Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Akhir tahun 2018 merupakan masa berkabung bagi warga Indonesia. Bencana mulai dari Gempa Lombok di Bulan Agustus. Diikuti dengan gempa, tsunami dan likuifaksi di bulan September. Diikuti dengan banjir di Mandailing Natal di bulan Oktober serta Gempa dan Tsunami Banten di Bulan Desember membuat seantero Indonesia berduka atas kehilangan yang dialami oleh para korban. Peristiwa ini juga menyebabkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, mengingat geografi Indonesia yang terletak di lempeng yang rawan akan bencana.

Salah satu stakeholder yang berperan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah institusi pendidikan, dalam  hal ini adalah sekolah. Sekolah sebagai institusi yang setiap harinya didatangi oleh para siswa, Sekolah menjadi potensi dalam menanamkan nilai-nilai kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam skala besar mengingat ada sekitar 61 juta anak yang berada di sekolah (Kemendikbud, 2018) dan jumlah ini belum menghitung siswa yang berada di madrasah dan lembaga pendidikan lain. Banyaknya siswa yang datang ke sekolah membuat sekolah harus menjadi lembaga yang aman dan siap siaga menghadapi bencana. Terlebih di Indonesia, bencana bisa kapan datang saja dan dimana saja. Dampak tersebut akan lebih parah jika bencana terjadi pada saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung di sekolah, karena reruntuhan bangunan dan benda sekitarnya dapat menimpa dan atau menimbun peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Jumlah sekolah juga di tahun 2018 mencapai 307.655 (Kemendikbud, 2018) dan sekolah yang tidak aman tentu saja akan membuat sekolah rawan untuk runtuh dan hancur. Tentu saja ini menambah beban negara yang wajib merenovasi sekolah yang rusak. Maka dari itu, persiapan sekolah sebagai fasilitas dan tempat yang aman untuk menghadapi bencana menjadi penting untuk dilakukan.

Selain itu, sekolah berpotensi sebagai institusi yang dapat menanamkan nilai-nilai siaga dalam menghadapi bencana lewat kurikulum yang ada. Kurikulum sendiri ada yang sifatnya intra dan esktra sehingga banyak kegiatan di sekolah yang dapat diarahkan untuk hal ini. Dengan penanaman dari sejak dini diharapkan setiap insan di Indonesia dapat siap menghadapi bencana.

Maka dari itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Sekretariat nasional satuan Pendidikan Aman bencana (SPAB) yang dipimpin oleh Kemendikbud dengan keanggotaan; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementarian Agama (Kemenag), Kementerian Perlindungan anak dan Perempuan (KPPA), serta berbagai Lembaga non pemerintah, sebagaimana tercantum dalam lampiran surat keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan no 110/P/2017. SPAB bertugas sebagai berikut:

  • Melakukan pemetaan program aman bencana untuk kegiatan pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana di satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh unit kerja terkait;
  • Mengoordinasikan pelaksanaan rencana aksi program satuan pendidikan aman bencana 2015 – 2019;
  • Melakukan pendampingan teknis penerapan satuan pendidikan aman bencana;
  • Mengumpulkan, mengelola, dan menyebarluaskan praktik baik penerapan satuan pendidikan aman bencana melalui media komunikasi informasi dan edukasi;
  • Mengevaluasi pelaksanaan program pra bencana tanggap darurat dan pasca bencana di bidang pendidikan;
  • Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan penerapan satuan pendidikan aman bencana.

Salah satu produk yang telah dihasilkan oleh SPAB adalah modul persiapan bagi sekolah dalam menghadapi bencana. Terdapat 3 modul yang menggambarkan 3 pilar dalam menghadapi bencana dengan detil sebagai berikut :

Adanya SPAB membuktikan perlunya kolaborasi dari berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran menghadapi bencana. Semoga dengan roadmap yang direncanakan oleh Tim SPAB dapat membangun insan individu yang siap siaga menghadapi bencana.