Sarasehan Anggota IABI

 

Di tengah kesibukan pelaksanaan Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-6 pada 19 Juni 2019, Pengurus IABI bermaksud mengadakan silaturahmi dengan anggota IABI baik yang sudah lama bergabung ataupun mendaftar. Sarasehan dilakukan di Ruang Pusdalops, Gedung Ina DRTG lantai 3 pada jam 13.00 – 15.00 sambil menunggu waktu penutupan. Pada sarasehan kali ini, anggota IABI mengagendakan untuk diskusi beberapa hal berikut:

  •  Peran dan harapan terhadap IABI
  • Konsep Gerakan dalam organisasi IABI untuk menanggulangi eskalasi bencana ke depan
  • Sharing ‘pengalaman dan praktik baik Komda IABI Jatim
  • Brainstorming ‘menuju PIT 7 2020 – Universitas Brawijaya
  • Diskusi keanggotaan dan pembagian kartu anggota bagi anggota baru

Tidak semua agenda dapat didiskuikan mengingat waktu yang terbatas, namun sarasehan kali ini menjadi ajang untuk silaturahmi dan memperkuat internal IABI. Semoga ke depannya makin sering dilakukan. (ANA)

Seminar International ICDM PIT 6

Seminar International Conferenceon Disaster Management (ICDM) 2019 berlangsung pada tanggal 18 Juni 2019 di Ruang Auditorium Universitas Pertahanan dengan tema Social and Technological Innovation on Disasters for Industry 4.0. Dalam seminar ICDM 2019 terdapat enam narasumber yang expert dalam bidang deteksi dini dan penanggulangan bencana yaitu pada sesi pertama narasumbernya adalah Prof.Ron A. Haris(Profesor Geologi Brigham Young University), Rama Raditya sebagai CEO dan Founder aplikasi Qlue yaitu aplikasi deteksi dini bencana untuk mewujudkan smartcity, dan Prof.Dwikorita Karnawati,Ph.D sebagai Kepala BMKG Indonesia. Narasumber pada sesi kedua yaitu Dr.Naoto Tada (JICA Indonesia), Dr.Fadjar Ibnu Thufail (LIPI), dan Profesor Sulfikar Amir (Nanyang Technological University).Seminar di mulai pada pukul 13.30 dan diawali dengan sambutan oleh Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP,M.AP. 

Sesi pertama dibuka oleh moderator Dr.Jonni Mahroza dari Universitas Pertahanan. Beliau menjelaskan bahwa kita tidak dapat menghentikan bencana namun kita dapat menanggulanginya. Kemudian narasumber pertama yang memberikan paparan adalah Profesor Ron A.Haris. Beliau menjelaskan bahwa kita harus memberikan informasi dan edukasi secara langsung di lapangan dengan bahasa lokal terhadap warga yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana karena tidak semua warga Indonesia dapat mengakses jurnal ilmiah internasional mengenai tanggap bencana dan mengerti apa yang harus dilakukan saat bencana itu terjadi. Profesor Ron menekankan prinsip 20,20,20 yaitu jika terjadi gempa lebih lama dari 20detik, maka dalam waktu 20 menit warga yang bertempat tinggal di wilayah rawan bencana harus berevakuasi sejauh radius 20 meter dari titik terjadinya gempa. 

Narasumber kedua adalah Rama Raditya sebagai CEO dan Founder aplikasi Qlue dimana dalam implementasi aplikasi tersebut bekerja sama dengan pemerintah. Beliau menggabungkan kemajuan teknologi saat ini dengan kebutuhan pemerintah atas data faktual dan aktual yang dibutuhkan untuk deteksi dini bencana. Dengan mengandalkan sensor yang berada di wilayah rawan bencana, Qlue dapat mendeteksi dini secara cepat dan dapat langsung diakses melalui smartphone setiap w arga untuk memudahkan deteksi dini dan mempercepat evakuasi sehingga dapat meminimalisir kerugian. Selain  aplikasi, Rama Aditya juga mengembangkan alat deteksi korban bencana yang hilang maupun tertimbun dalam reruntuhan di wilayah terjadinya bencana. 

Narasumber ketiga adalah Profesor Dwikorta Karnawati, Ph.D sebagai Kepala BMKG Indonesia. Beliau menyatakan bahwa BMKG harus bekerja sama dengan agensi-agensi dan universitas-universitas lainnya untuk terus mengembangkan teknologi deteksi dini yang canggih dan dapat mendeteksi bencana dalam 5 detik dan mudah digunakan karena BMKG harus melakukan multi-observasi dalam waktu 24 jam selama 365hari non-stop dari atmosferik, oseanik, dan tektonik untuk mendeteksi dini potensi bencana. Karenabencanasemakinsulitdiprediksimakateknologiyangdibutuhkan juga harus 

maju dalam 20 tahun ke depan untuk meminimalisir kerugian. BMKG juga menggunakan artificial inteligent untuk mengumpulkan data dari sensor yang berada di wilayah rawan bencana dan kemudian mengakumulasikan data tersebut untuk memprediksi bencana seperti gempa dan tsunami. BMKG juga perlu bekerjasama dengan pemimpin lokal yang berada di wilayah rawan bencana sebagai mediator antara BMKG dengan masyarakat lokal untuk mengedukasi masyarakat mengenai tanggap bencana. 

Sesi kedua dimulai pada pukul 15.15 dan dibukaoleh Kolonel Rudy Gultom dan dilanjutkan oleh narasumber pertama yaitu Dr. Naoto Tada yang membahas mengenai alat deteksi dini bencana banjir dan juga menjelaskan mengenai fenomena bencana alam di Jepang. Beliau juga menekankan pentingnya multi-observasi dalam sistem deteksi dini potensi bencana. Kemudian narasumber kedua yaitu Dr. Fadjar Ibnu Thufail yang menjelaskan bahwa bencana menyebabkan terhentinya aktivitas sebuah komunitas dan menimbulkan kerugian dalam banyak hal termasuk sumber daya. Sangatlah penting untuk mengetahui sebab bencana baik dari segi ilmiah dan tradisional karena dengan menggabungkan kedua hal tersebut akan dapat berkonstribusi dalam deteksi dini potensi bencana. Pengetahuan akan bencana tersebut merupakan hal krusial untuk penanggulangan dan manajemen bencana. Edukasi dengan masyarakat lokal sangat penting dalam meminimalisir kerugian dan korban akibat terjadinya bencana dengan pemimpin lokal sebagai perantara antara ilmuwan dan masyarakat lokal dalam edukasi tersebut. 

Narasumber ketiga adalah Profesor Sulfikar Amir dengan paparannya mengenai daya tahan dalam menghadapi bencana. Beliau menegaskan bahwa pada saat terjadinya bencana dimana terjadinya kepanikan pada masyarakat, mereka cenderung lupa untuk melakukan tindakan yang sudah dipelajari sebelumnya. Daya tahan dalam menghadapi bencana bukan saja dalam menyiapkan atau menolak terjadinya bencana namun bagaimana menghadapi bencana tersebut saat terjadi. Saat ini dunia menjadi semakin dinamis. Konsep yang ditawarkan  beliau adalah Socio technical Resillience dimana tujuan dari konsep tersebut adalah untuk menyiapkan masyarakat yang paham terhadap bencana itu sendiri dan untuk membangun teknologi, elektrik, dan infrastruktur. Hal ini dikarenakan pemerintah saat ini memfokuskan untuk membangun infrastruktur negara dan negara sangat bergantung pada infrastruktur tersebut.Maka dibutuhkan infrastruktur yang memiliki daya tahan terhadap bencana dan teknologi yang tepat serta sumber daya manusia yang siap dalam menghadapi bencana. 

Sumber: Cheryl Manafe, Universitas Pertahanan

Materi pada PIT ke-6

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-6 masih menyisakan kesan yang mendalam di kalangan peserta. Beberapa peserta masih ingin menggali banyak ilmu terkait dengan hal-hal yang dibicarakan dalam PIT ke-6. Untuk itu, kami mempersilahkan Anda untuk dapat mengunduh materi yang telah dipresentasikan dalam PIT ke-6 di bawah ini.

  1. Materi Pembukaan
  2. Seminar Internasional ICDM
  3. Materi Special Session 1 Bencana dan Agama
  4. Materi Special Session 2 Pendidikan Kebencanaan
  5. Materi Special Session 3 Riset Kebencanaan di ASEAN
  6. Paparan Finalis Lomba Inovasi Kebencanaan

 

INOVASI KEBENCANAAN DI PAMERAN RISET KEBENCANAAN KE-6

Sesuai dengan temanya, PIT ke-6 kali ini, mencoba menantang kreativitas dan inovasi dari para ahli maupun masyarakat umum untuk menciptakan kreasinya terkait dengan Inovasi Kebencanaan. Ada 6 tim yang mempresentasikan karya mereka dalam lomba ini kemarin, Rabu (19/06/19). Ke-enam tim ini telah diseleksi dari 28 peserta yang mengirimkan proposal terkait inovas kebencanaan.

Selain itu, ada 20 proposal yang mengikuti lomba Inovasi Kebencanaan. Tetapi yang terpilih hanya 6 tim yang bisa maju ketahap berikutnya. Siapakah mereka? Mereka adalah tim Irendra Radjawali, tim Nur Budi Mulyono, tim Ivan Surya Wicaksan, Musa, tim Diki Nurul Huda, dan tim Dr. Ir. Adrin Tohari M.Eng.

Masing-masing tim mempresentasikan alat penemuan mereka dalam waktu 20 menit dan 10 menit untuk sesi tanya jawab dengan juri. Terdapat 3 juri yang akan menilai pada lomba Inovasi Kebencanaan kali ini. Para dewan juri adalah (1) Dr. Triarko Nurlambang, Wakil Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, (2) Dr. Idwan Suhardi, Dosen FMIPA Universitas Indonesia, dan (3) Dr. Dirhamsyah, Dosen Universitas Syah Kuala DI Aceh.

Semua peserta menampilkan dengan alat yang menakjubkan dan menginovasi. Kepo ngga dengan apa saja yang di presentasikan oleh mereka? Nih simak!

  • Mobile Wiseland (LIPI)

Dr. Ir. Adrin Tohari M.Eng, mempresentasikan temuannya dengan judul “Mobile Wiseland  Teknologi Peringatan Dini Longsor Berbasis Jejaring Sensor Nirkabel Untuk Tanggap Darurat Bencana Longsor. LIPI telah menghasilkan teknologi kebencanaan berupa prototype LIPI-Mobile Wiseland untuk mendukung manajemen mitigasi bencana longsor. Dengan ini, akan memberikan kemudahan dan keefektifan dalam memantau dan memberikan peringatan dini longsor saat pada proses tanggap darurat.

  • SIGANOPOLY (STIA LAN Jakarta)

Siganopoly milik Musa ini adalah proses pembelajaran yang menyenangkan dengan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Musa mempresentasikan Siganopoly dengan judul “Siganopoly Permainan Edukasi Berbasis Siaga Bencana”.

  • Search & Rescue Done – DroneSAR & Data Presisi

Irendra Radjawali membawa alat drone sebagai bahan presentasi dengan berjudul “Manajemen Kebencanaan 4.0; Search And Rescue Drone [Dronesar]”. Drone ini bisa mendeteksi dan mencari api, orang dan dapat menganalisis data besar.

  • Triable (UKDW)

Triable buatan dari tim Ivan Surya Wicaksana dengan bahan presentasi yang berjudul “Triable; Drop – Cover – Hold On. Alat ini dikhususkan untuk anak-anak penyandang disabilitas saat terjadinya bencana, seperti gempabumi. Dengan alat ini, memudahkan anak difabel berlindung dari bahaya akibat bencana yang terjadi.

  • Disaster Awareness Game (DAG)

Disaster Awareness Game (DAG) ciptaan dari tim Nur Budi Mulyono adalah salah satu penemuan permainan kesadaran kebencanaan. Tujuan dari game ini adalah untuk media pembelajaran anak-anak.

  • Gempakita (UI)

Gempakita ini adalah aplikasi sistem peringatan gempabumi, yang berisi informasi dan data potensi terjadinya gempabumi yang digunakan sebagai media dalam proses mitigasi informasi. Informasi tersebut dapat didapat dari data perubahan suhu mata air panas yang mengalami penyimpangan dari keadaan normal. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan tim Diki Nurul Huda.

Nah, itu semua adalah yang mereka presentasikan dalam lomba Inovasi Kebencanaan. Sebelum acara diakhiri, ada sambutan khusus dari Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Bapak Lilik Kurniawan, S.T., M.Si. 

Pengumuman di umumkan dipenutupan ceremony PIT IABI ke-6 di Sentul, Jawa Barat. Pemenang dari lomba Inovasi Kebencanaan ini adalah tim Irendra Radjawali dengan DroneSAR. Juara kedua adalah tim Nur Budi Mulyono dengan Disaster Awareness Game (DAG), dan yang terakhir adalah Triable buatan dari tim Ivan Surya Wicaksan dari (UKDW). (MA)

 

Materi paparan dari para finalis dapat diunduh di sini

Sumber: Mutia Allawiyah, https://siagabencana.com/all/post/inovasi-kebencanaan-di-pameran-riset-kebencanaan-ke-6

Sukses PIT 6, Universitas Brawijaya Malang Tuan Rumah PIT 7 tahun 2020

  

Penyerahan Bendera Pataka IABI sebagai amamah dalam pelaksanaan PIT dari UNHAN ke Ketua IABI ke Universitas Brawijaya

 

SENTUL – Harkunti selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) mengaku terkesan dari antusias peserta  International  Conference on Disaster Management (ICDM) yang telah mengumpulkan 180 paper, yang semula dibatasi hanya 120 paper. Elemen ahli bencana saat ini bertambah elemennya yakni rohaniawan, kelompok inklusif, dan sebagainya. Harkunti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas supportnya, sehingga kegiatan berjalan baik dan sukses. Serta menyampaikan penyelenggaraan PIT tahun 2020 akan diadakan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. “Kedepannya akan kita buat 20 paper terbaik, karena banyaknya peserta yang antusias” jelasnya di Auditorium Pusdiklat BNPB, Sentul, Jawa Barat (19/6).

Penutupan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2019 secara resmi ditutup oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan yang mewakili Sekretaris Utama BNPB.  “Tiada ungkapan Alhamdulillah atas selesainya kegiatan PIT. Sukses dalam penyelenggaraan serta sukses dari subtansi” ucapnya. “Ada 200 paper lebih yang dikumpulkan, serta inovasi teknologi yang sangat baik dilakukan anak muda sebagai penerus generasi bangsa dalam bidang Kebencanaan” tambahnya.

Sementara itu Siswo Hadi Sumantri, selaku Dekan Fakultas Keamanan Nasional dari Universitas Pertahanan yang membacakan sambutan dari Rektor Pertahanan. Menyampaikan  ucapan terimakasih kepada semua pihak, khususnya IABI dan BNPB atas kerjasamanya menyelenggarakan PIT ke -6.

Selanjutnya Adi Susilo, selaku Dekan FMIPA Universitas Brawijaya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah PIT, dan akan segera merapatkan waktu pelaksanaan PIT tahun depan . “Tahun ini kami tidak mendapatkan penghargaan call paper, insya Alloh tahun depan kami akan memborong penghargaan tersebut”, optimisnya.

Sebagai acara ceremony, bendera pataka PIT dari Unhan diserahkan ke Ketua Umum IABI yang kemudian diserahkan ke perwakilan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Acara penutupan PIT ini juga mengumumkan 3 (tiga) pemenang lomba inovasi teknologi kebencanaan. Pengumuman dan pemberian penghargaan 10 jurnal terbaik dari 180 paper jurnal yang dipresentasikan oleh para pemakalah. Serta Pemenang booth pameran terbaik dari BMKG dan ITB. Sampai ketemu tahun depan di PIT Malang.


Sumber: Humas BNPB

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN (PIT) KE-6 RISET KEBENCANAAN TAHUN 2019

SENTUL – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo secara resmi membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-6 Riset Kebencanaan Tahun 2019 di INA-DRTG BNPB, Sentul dan Universitas Pertahanan, Sentul, Jawa Barat (18/6). Pertemuan Ilmiah tahunan (PIT) Riset Kebencanaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan budaya riset dan teknologi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis karakteristik bencana di Indonesia.

Kegiatan PIT telah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014. PIT kali ini mengusung tema : Inovasi Sosial dan Teknologi Kebencanaan menuju Revolusi 4.0. Harapannya adalah bahwa pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana di Indonesia. Kegiatan ini dapat mensinergikan kebutuhan kajian/penelitian di Indonesia sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam mengembangkan pengetahuan kebencanaan di Indonesia sehingga menjadi referensi riset yang terintegrasi untuk penanggulangan bencana di Indonesia. Teknologi big data yang merupakan pilar revolusi industri 4.0 semakin dibutuhkan dalam penanggulangan bencana salah satunya untuk memperkuat mitigasi bencana berdasarkan dampak (impact based forcasting) dan peringatan berdasarkan risiko (risk based warning). Sistem deteksi dini diperlukan guna antisipasi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor dan tsunami, alat deteksi ketahanan Gedung bertingkat dalam menghadapi gempa dan lain-lain.

Kejadian bencana saat ini memiliki kecenderungan semakin meningkat. Perbandingan kejadian bencana tahun 2018 dan 2019 dari kurun waktu 1 Januari – 31 Mei 2018 dan 1 Januari – 31 Mei 2019 meningkat sebesar 15,9 %. Dalam rentang waktu tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 tercatat sebanyak 11.579 orang meninggal dan hilang akibat bencana, dengan kerugian rata-rata setiap tahunnya mencapai 30 trilyun rupiah. Bahkan untuk tahun 2018 saja, korban jiwa mencapai 4.814 jiwa. Dan Indonesia, adalah peringkat ke-2 dengan jumlah korban terbanyak akibat bencana di dunia.

Dalam sambutannya Doni Monardo menyampaikan tugas besar kita sebagai pelaku Penanggulangan Bencana adalah bagaimana kita dapat memastikan adanya penurunan indeks risiko bencana di Indonesia serta meningkatnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. Melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ini, Doni mengharapkan kepada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia :

1. Budaya riset kebencanaan harus terus didorong melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui pendidikan, riset dasar dan terapan.

2. Riset/kajian kebencanaan yang dihasilkan para pakar harus berbasis pada kebutuhan serta dapat terintegrasi dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia pada masa mendatang.

3. Para pakar harus meningkatkan Riset/kajian kebencanaan berbasis masyarakat dan dapat mendorong Industrialisasi kebencanaan

PIT ke-6 tahun 2019 ini diselenggarakan pada tanggal 18-19 Juni 2019 dan dihadiri 700 orang peserta yang terdiri dari para akademisi, peneliti, perekayasa, praktisi, perwakilan Kementerian/Lembaga, NGO, Lembaga Usaha, dan masyarakat umum. Kegiatan ini diawali dengan  Pembukaan yang menghadirkan narasumber-narasumber antara lain Kepala BNPB, Dirjen Potensi Pertahanan, Kepala BMKG, Rektor UNHAN, Bupati Bogor, Pembina IABI, Ketua IABI, Ketua Forum PT dan Keynote Speaker Pakar Sosiologi Kebencanaan yaitu Prof. Syamsul Maarif.

Rangkaian kegiatan  PIT ke 6 tahun 2019 adalah :

1. Diskusi Paralel Ilmiah yang menghadirkan 200 pemakalah terpilih yang terbagi dalam 10 subtopik. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus Universitas Pertahanan

2. Special Session, kegiatan talkshow tematik tentang Keagaamaa, Satuan Pendidikan Aman Bencana, Lesson Learn Bencana NTB, Palu dan Selat Sunda, IABI Asean serta Media

3. Seminar Internasional menghadirkan narasumber yang menarik yaitu Prof. Prof Ron Harris dari Brigham Young University, Raditya Maulana Rusdi (CEO Qlue Indonesia), Sulfikar Amir (NTU), Dr. Naoto Tada (JICA), Dr Fadjar Thufail (LIPI) dengan Moderator Brigjen. TNI Dr. Joni Mahroza dan Kolonel Lek. Dr. Rudy Gultom.

4.Pameran Expo Kebencanaan dan Ignite Stage menghadirkan 40 booth dari Kementerian/Lembaga, NGO, dan lain-lain

5. Lomba Tematik Inovasi Kebencanaan yang menghasilkan 6 Finalis terpilih yang mempresentasikan hasil inovasi kebencanaan.

Kegiatan ini terselenggara dengan apik atas kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ikatan Ahli kebencanaan Indonesia ( IABI), Universitas Pertahanan dan didukung oleh Kementerian RistekDikti, BMKG, BPPT, LIPI, Forum PT dan U Inspire.

Sumber: Humas BNPB

Pendaftaran Anggota IABI (Khusus Saat PIT 6)

Untuk merangkul lebih banyak ahli ke dalam Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), maka akan dibuka booth IABI yang akan menampilkan beberapa karya hasil proses kerja IABI dari 2014 sampai saat ini. Booth IABI juga akan membuka pendaftaran bagi calon anggota baru yang ingin bergabung dengan IABI sekaligus membuka pendaftaran bagi anggota lama untuk memperpanjang keanggotaan IABI. Booth IABI akan ada pada booth nomor 2 (dekat pintu masuk).

PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA IABI :

Anggota Baru

  1. Mengambil form pendaftaran di booth dengan melampirkan
    • Surat Keterangan/Surat Rekomendasi (sesuai dengan kelompok profesi di bawah)
      • Untuk Kategori Peneliti melampirkan SK LIPI
      • Untuk Kategori Perekayasa melampirkan SK BPPT
      • Untuk Kategori Akademisi melampirkan SK Universitas [Rektor/Dekan/Ketua Jurusan/Ketua Pusat Studi Bencana]
      • Untuk Kategori Praktisi melampirkan rekomendasi dari 2 orang pengurus IABI (lembar rekomendasi bisa diambil di booth IABI). Selama pelaksanaan PIT ke-6, hanya diperlukan satu tanda tangan yang tertulis di lembar rekomendasi. contoh lembar rekomendasi
    • Membayar iuran anggota hanya Rp 100.000 (hanya berlangsung selama pelaksanan PIT ke-6).
  2. Pembayaran dapat langsung dilakukan dengan cash di booth IABI atau transfer. Jika pembayaran dengan transfer dapat dikirim ke nomer rekening 0398745756 a.n AHLI KEBENCANAAN INDONESIA di BNI Cabang UI Depok. Bukti pembayaran harus diberikan saat mengumpulkan formulir.
  3. Mengembalikan formulir dan surat lain yang diperlukan ke booth. 
  4. Khusus untuk pendaftar hari pertama PIT ke-6, mereka akan menerima kartu anggota IABI di hari ke-2. Bagi anggota yang baru mendaftar hari kedua, mereka akan menerima email yang berisikan nomor kartu anggota.

Anggota Lama

  1. Mengisi formulir perpanjangan anggota yang ada di booth IABI (mengisi update data terbaru)
  2. Membayar iuran anggota tahunan dengan cash atau transfer sebesar Rp 100.000 (hanya berlangsung selama pelaksanan PIT ke-6).
  3. Pembayaran dapat langsung dilakukan dengan cash di booth IABI atau transfer. Jika pembayaran dengan transfer dapat dikirim ke nomer rekening 0398745756 a.n AHLI KEBENCANAAN INDONESIA di BNI Cabang UI Depok. Bukti pembayaran harus diberikan saat mengumpulkan formulir.
  4. Khusus untuk pendaftar hari pertama PIT ke-6, mereka akan menerima kartu anggota IABI di hari ke-2. Bagi anggota yang baru mendaftar hari kedua, mereka akan menerima email yang berisikan nomor kartu anggota.

Besar iuran anggota baru atau tahunan saat mendaftar hanya berlaku pada pelaksanaan PIT 6. Harga akan kembali seperti semula setelah pelaksanaan selesai.

Guide Book PIT 6

Untuk memudahkan dalam memandu peserta PIT 6 dalam menghadiri rangkaian kegiatan, silahkan mengunduh buku panduan pada beberapa link di bawah

  1. Buku Panduan PIT untuk peserta umum dan lomba inovasi : di sini
  2. Buku Panduan PIT untuk speaker pada diskusi panel ilmiah (jadwal presentasi ada di dalam buku) : di sini

Mudik Aman dengan Peta Rawan Bencana

Akhir Ramadhan biasa diakhiri dengan keinginan besar untuk silaturahmi dengan keluarga. Maka tidak heran jika banyak warga Indonesia yang berduyun-duyun melakukan mudik mendekati Hari Raya Idul Fitri demi melepas rindu, menguatkan tali silaturahmi dan juga berkunjung ke rumah keluarga. Mudik adalah salah satu fenomena unik yang terjadi di Indonesia. Demi membuat proses mudik nyaman, Pemerintah Indonesia sendiri menyusun satuan tugas yang memastikan proses mudik warga Indonesia berjalan lancar.

Salah satu cara untuk memastikan proses mudik berjalan nyaman adalah memastikan jika sejauh mana rute mudik Anda rawan dengan ancaman Bencana. Demi mendapat kepastian rasa aman, ada baiknya Anda mengecek rute mudik yang Anda pilih sehingga Anda bisa siap siaga dalam menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi. Untuk itu, BNPB menyiapkan Peta Jalur Mudik Rawan Bencana yang bisa diakses secara online dalam mengecek sejauh mana rute mudik yang Anda pilih rawan dari ancaman Bencana.

Untuk itu, silahkan dapat Anda cek peta jalur mudik Rawan Bencana di link yang ada di bawah ini. Selamat mudik! (ANA)